shutterstock_675092899

10 Upacara Tradisional Unik di Medan

Kota Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang terdapat di Pulau Sumatera. Kota Medan adalah ibukota dari Propinsi Sumatera Utara.

Di Kota Medan yang ramai dikenal diantaranya beberapa upacara adat tradisional yang unik yang bisa kita temukan di wilayah ini.

Upacara – upacara adat yang merupakan tinggalan dari para leluhur yang masih dijaga keberadaannya hingga sekarang ini.

Yuk kita simak bersama ulasan informasi tentant upacara tradisional unik yang ada di Kota Medan!

10 Upacara Tradisional Unik di Medan

Berikut ini merupakan daftar dari 10 upacara tradisional yang unik yang terdapat di wilayah Kota Medan. Upacara – upacara tradisional apa sajakah itu?

Yuk kita temukan bersama jawabannya di bawah ini! Mari kita simak bersama! Cekidot!

1. Mangokkal Holi

Mangokkal Holi adalah tradisi masyarakat Batak guna menghormati jasa – jasa leluhurnya.

Mangokkal Holi dilakukan dengan cara mengambil tulang belulang leluhur mereka dari dalam kuburan dimana tulang belulang tersebut nantinya akan dibersihkan dan ditempatkan di sebuah tugu.

Hal ini dilakukan agar keturunan di generasi sekarang dan mendatang masih mampu menghargai leluhurnya.

Mangokkal Holi ini memang terbilang unik dan istimewa, karena tulang belulang tersebut dijadikan sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan jasa – jasanya kepada masyarakat Batak.

2. Tradisi Bagi – Bagi Bubur Pedas

Tradisi Bagi – Bagi Bubur Pedas adalah tradisi adat yang masih dijaga oleh masyarakat Kota Medan di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam dimana mereka semua harus berpuasa dan mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Selama bulan Ramadhan berlangsung, warga Kota Medan biasanya membuat bubur pedas dan membagi – bagikannya secara gratis kepada semua orang.

Di Masjid Raya Kota Medan Tradisi Bagi – Bagi Bubur Pedas ini dilakukan pada saat buka puasa dimana semua orang berkumpul di masjid dan menyantap Bubur Pedas ini bersama – sama.

3. Upacara Mandi Balimo

Upacara Mandi Balimo merupakan upacara pembersihan badan sebelum bulan Ramadhan tiba.

Sebelum bulan Ramadhan tiba, warga Kota Medan mengadakan prosesi mandi Balimo dengan cara mandi guyuran air yang telah dicampur rempah – rempah.

Biasanya mereka menggunakan perasan jeruk purut yang nantinya airnya akan diguyurkan ke seluruh tubuh mereka.

Mandi Balimo ini bertujuan agar umat Islam bisa membersihkan tubuh dan jiwa mereka dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Upacara Mandi Balimo ini masih dijaga keberadaannya hingga sekarang.

4. Mangirdak

#mangirdak #mambosuri #ulosmulagabe #7bulanan #7bulananplusplus #ulosragihotang

Margareth Tiroi Tiroiさん(@margarethtiroi)がシェアした投稿 –

Mangirdak adalah upacara adat pemberian semangat kepada ibu hamil dimana usia kandungannya sudah menginjak 7 bulan.

Upacara mangirdak ini dilakukan dengan cara mengunjungi dan mendatangi ibu hamil 7 bulan tersebut dengan membawa oleh – oleh atau makanan.

Kedatangan mereka ditujukan dengan sebuah tujuan yaitu memberikan semangat dan motivasi secara lebih kepada sang ibu hamil agar kandungannya dijaga dengan baik sampai dengan masa kelahiran sang bayi.

5. Upacara Pemberian Ulos Tondi

Upacara Pemberian Ulos Tondi adalah upacara yang dilakukan untuk menyambut kedatangan sang bayi yang baru lahir di kepercayaan masyarakat Batak yang dilakukan kepada ayah dan ibu sang bayi.

Di dalam Upacara Pemberian Ulos Tondi ini sang ayah dan ibu akan diberikan kalungan kain ulos yang merupakan kain khas Batak sebagai penghormatan dan rasa syukur mereka kepada keluarga yang telah dikaruniai anak bayi guna meneruskan keturunannya di masa yang akan datang.

Upacara Pemberian Ulos Tondi ini terbilang sangat sakral dan masih dilakukan oleh warga Kota Medan hingga sekarang ini.

6. Martutu Aek

Martutu Aek adalah proses pemandian dan pemberian nama kepada anak di masyarakat Batak dimana anak akan disucikan dan didoakan agar sang anak mendapatkan keberkahan dan nasib mujur kedepannya.

Pada usia anak menginjak 7 hari setelah hari kelahirannya anak bayi wajib dimandikan di pancuran air.

Setelah itu anak bayi akan diberkati oleh sesepuh adat dimana sesepuh adat ini wajib memberikan rekomendasi nama yang nantinya diharapkan bisa mendatangkan nasib baik dan mujur bagi kehidupan sang anak.

7. Mangharoan

Mangharoan adalah upacara adat setelah 2 minggu umur kelahiran si anak bayi dalam kepercayaan masyarakat Batak.

Dalam upacara Mangharoan ini akan dilakukan perjamuan makan bersama yang dilakukan oleh pihak keluarga dengan para tetangga.

Di dalam upacara Mangharoan ini si ibu dari si anak bayi akan diberikan asupan makanan yang diharapkan bisa memperlancar suplai sir susunya kepada si anak.

Upacara Mangharoan ini bertujuan mendekatkan diri secara lebih antara si anak dengan si ayah dan ibunya agar keterikatan mereka bisa terjaga dengan baik untuk ke depannya.

8. Marhajabuan

Marhajabuan adalah upacara pesta pernikahan yang wajib dilakukan oleh warga Batak di Kota Medan.

Upacara Marhajabuan ini dilakukan dengan mengundang kerabat, tetangga maupun tamu undangan.

Upacara Marhajabuan ini wajib dilakukan, jadi pasangan yang menikah bukan hanya sebuah prosesi di gereja atau ijab kabul saja.

Para pasangan pengantin ini wajib berbagi kebahagiaan dengan yang lain lewat sebuah pesta pernikahan.

Di prosesi Marhajabuan ini kedua pasangan pengantin akan diberikan pengalungan kain ulos sebagai tanda penghormatan.

9. Martilaha

Martilaha adalah proses upacara adat kematian khas warga Batak.

Martilaha ini dilakukan jika pihak yang meninggal adalah seseorang yang meninggal namun belum menikah dan memiliki anak sama sekali.

Martilaha merupakan sebuah prosesi upacara adat yang sakral yang masih terjaga keberadaannya hingga sekarang.

Martilaha merupakan sebuah bentuk pelepasan arwah seseorang yang meninggal dunia dimana anak tersebut masih single dan belum berumah tangga sama sekali.

Hal ini dilakukan agar arwahnya mendapatkan ketenangan di alam akhirat.

10. Mate Mangkar

Mate Mangkar adalah prosesi upacara adat kematian khas warga Batak dimana upacara ini dilakukan kepada suami atau istri yang belum memiliki keturunan sama sekali.

Mate Mangkar ini dilakukan dengan khidmat dan sakral dimana keluarga yang ditinggalkan wajib melepas kepergian suami atau istri yang telah meninggal dunia agar arwahnya bisa tenang dan diterima dengan baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Mate Mangkar ini merupakan sebuah penghormatan kepada pihak yang meninggal dan keluarga yang telah ditinggalkan oleh pihak yang meninggal dunia.

Itulah daftar dari 10 upacara tradisional yang bisa kita temukan di wilayah Kota Medan di Sumatera Utara.

Upacara – upacara tersebut merupakan rangkaian kekayaan budaya yang ada di Kota Medan dimana upacara – upacara tersebut masih dilakukan dan dijaga keberadaannya hingga sekarang.

Sebuah sajian informasi yang cukup menarik bukan? Semoga ulasan informasi kali ini bisa memanjakan anda dan menambah pengetahuan anda di bidang budaya di Indonesia. Semoga terpuaskan! Salam.

Lihat Juga

10 Upacara Tradisional Unik di Bekasi
10 Upacara Tradisional Unik di Bandung
10 Upacara Tradisional Unik di Surabaya

Keyword

Writer