shutterstock_673051861

10 Upacara Tradisional Unik di Bandung

Kota Bandung adalah ibukota dari Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung dikenal dengan hawanya yang sejuk dan segar.

Banyak orang menyukai tinggal dan berkunjung ke Kota Bandung ini. Kota Bandung sendiri dikenal dengan sebutannya sebagai Kota Kembang.

Di wilayah Kota Bandung dikenal pula dengan aneka macam upacara tradisional yang sangat khas bagi warganya.

Yuk kita simak bersama ulasan informasi tentang upacara tradisional yang unik yang ada di wilayah Kota Bandung!

10 Upacara Tradisional Unik di Bandung

Berikut ini merupakan daftar dari 10 upacara tradisional unik yang bisa ditemukan di wilayah Kota Bandung. Upacara – upacara tradisional apa sajakah itu?

Yuk kita intip jawabannya melalui informasi yang tertulis di bawah ini! Mari kita simak bersama!

1. Sepitan/ Sunatan

Sepitan/ Sunatan adalah proses upacara adat Sunda dimana upacara ini pada intinya adalah membersihkan alat kelamin pada anak yang sudah mau beranjak dewasa agar menjadi suci dan sehat kedepannya.

Sepitan merupakan istilah upacara pembersihan kemaluan pada anak – anak perempuan. Sedangkan Sunatan merupakan istilah upacara pembersihan kemaluan pada anak – anak laki – laki.

Sepitan/ Sunatan ini merupakan budaya yang turun temurun di masyarakat Sunda karena pengaruh ajaran Agama Islam di tanah Pasundan.

2. Tingkeban

Tingkeban adalah upacara tradisional khas Sunda yang ditujukan kepada perempuan yang sedang hamil terutama pada usia kandungan 7 bulan.

Maksud dari upacara ini adalah mendoakan si ibu dan anak agar selamat pada masa kelahiran. Tingkeban sendiri juga bertujuan agar si ibu hamil tidak boleh bercampur dengan sang lelaki sampai dengan masa kelahiran.

Upacara Tingkeban ini banyak dilakukan oleh warga Sunda, baik di Kota Bandung maupun di seluruh wilayah tanah Pasundan.

3. Reuneuh Mundingeun

Reuneuh Mundingeun adalah upacara tradisional warga Kota Bandung dimana ditujukan kepada ibu hamil yang usia kandungannya menginjak usia lebih dari 9 bulan dan belum juga lahir si bayinya.

Maksud dari adat ini adalah si ibu hamil jangan sampai meniru perilaku seekor kerbau jika hamil.

Prosesi Reuneuh Mundingeun ini dilakukan dengan cara membersihkan si ibu hamil dan mengaraknya keliling rumah sebanyak 7 kali.

Setelah selesai diarak si ibu hamil disuruh masuk ke rumah.

Hal tersebut ditujukan pula agar Tuhan Yang Maha Esa bisa segera memberikan karunianya agar si ibu hamil bisa segera melahirkan.

4. Tembuni

Tembuni adalah upacara adat Sunda untuk memelihara placenta bayi atau ari – ari dimana placenta sang bayi harus dirawat dengan sebaik – baiknya.

Placenta bayi ini dipelihara dengan cara memasukkannya ke dalam kain putih dengan disertai garam, gula merah, dan asam untuk kemudian dikubur di dalam tanah di pekarangan rumah si ibu hamil.

Tujuan dari upacara Tembuni ini merupakan agar si anak kedepannya bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bahagia tanpa ada sebuah kemalangan apapun dalam kehidupannya kelak.

5. Nenjrag Bumi

Nenjrag Bumi adalah upacara tradisional khas Sunda yang sering dilakukan oleh warga Kota Bandung dimana ditujukan kepada anak bayi agar kedepannya tidak menjadi ketakutan atau gampang kaget.

Nenjrag Bumi sendiri dilakukan dengan cara meletakkan anak bayi diatas lantai yang dibuat dari bambu yang dibelah.

Kemudian lantai bambu tersebut diinjak dan dihentak – hentakkan sebanyak 7 kali. Hal tersebut merupakan sebuah terapi untuk sang bayi agar tidak mudah kaget dan tidak menjadi sosok penakut.

6. Ekah

Jika di Jawa adalah Akekah, maka di Kota Bandung ada Ekah. Ekah merupakan adat khas Sunda dimana setelah kelahiran bayi pada usia 7 hari atau 14 hari atau 21 hari, maka si orang tua wajib menyembelih kambing untuk menebus jiwa sang bayi dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jika anaknya perempuan maka kambingnya harus ada 1 ekor dan jika anaknya laki – laki maka kambingnya harus ada 2 ekor.

Ekah ini ditujukan untuk mensucikan jiwa sang bayi lahir dan bathin sekaligus sebagai tanda bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia pemberian keturunan kepada kita sebagai hambaNya.

7. Nurunkeun

Nurunkeun adalah upacara tradisional khas Sunda yang ditujukan kepada sang anak bayi dimana anak tersebut wajib diajak keluar rumah dan mengenal lingkungan sekitar.

Upacara Nurunkeun ini dilakukan pada usia 7 hari setelah bayi lahir.

Dalam prosesi upacara Nurunkeun ini setelah bayi diajak keluar halaman rumah, maka pihak keluarga wajib membuat pohon yang diatasnya digantungkan banyak mainan yang kemudian nantinya mainan – mainan tersebut akn dijadikan rebutan oleh anak – anak kecil.

8. Cukuran

Cukuran adalah prosesi pencukuran rambut anak bayi pada usia 40 hari.

Upacara Cukuran ini biasanya diawali dengan puji – pujian dimana sang bayi nantinya akan dipotong rambutnya sedikit demi sedikit oleh beberapa orang yang ada di sekitarnya, mulai pihak keluarga hingga sanak famili terdekat termasuk tetangga.

Upacara Cukuran ini memang ditujukan untuk membersihkan najis pada sang bayi agar sang bayi bisa bersih lahir dan bathin dan mampu menjadi anak yang sehat dan bahagia dalam masa tumbuh dan berkembangnya.

9. Turun Taneuh

Turun Taneuh adalah upacara yang dilakukan kepada sang bayi oleh pihak keluarga dimana sang bayi akan menginjakkan tanah untuk pertama kalinya.

Setelah bayi menginjakkan tanah untuk pertama kalinya, maka setelah itu digelar sebuah prosesi sang bayi wajib memilih aneka pemberian orang tuanya seperti padi, emas, uang, dan lain – lain.

Konon apa yang diambil oleh sang bayi itulah jalan hidup yang nantinya akan ditempuh oleh sang bayi.

Misal sang bayi mengambil uang, maka dipercaya sang bayi akan dimudahkan dalam proses mencari rejeki dalam kehidupannya kelak.

10. Gusaran

Upacara Gusaran adalah proses upacara tradisional dimana ditujukan kepada anak perempuan dengan cara meratakan gigi anak perempuan dengan alat khusus.

Pada Upacara Gusaran ini si anak perempuan juga akan ditindik atau dilubangi telinganya kemudian akan dikenakan anting – anting di daun telinganya.

Upacara Gusaran ini memang bertujuan untuk mempercantik diri sang anak perempuan dimana dirinya diharapkan nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang penuh dengan kecantikan luar dalam.

Itulah daftar dari 10 upacara tradisional yang unik yang ada di wilayah Kota Bandung.

Upacara – upacara tersebut merupakan rangkaian dari kekayaan budaya yang dimiliki oleh warga Kota Bandung yang masih mereka jaga hingga sekarang.

Sebuah informasi yang menarik bukan? Kita dapat menambah wawasan pengetahuan kita seputar budaya warga Kota Bandung. Semoga terpuaskan! Salam.

Lihat Juga

10 Upacara Tradisional Unik di Surabaya
10 Upacara Tradisional Unik di Jakarta10 Upacara Tradisional Unik Khas Pulau Dewata, Bali

Keyword

Writer