7 Movie Karya Anak Bangsa Yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan

Perfilman Indonesia suda mulai ditahun 1900-an dengan menanyangkan film bisu tanpa suara dengan judul Loetoeng Kasaroeng tepatnya ditahun 1926.

Beberapa dekade berikutnya berkembanglah produksi Film Indonesia, utamanya ditahun 1970-an karena berkembangkanya bioskop lokal, layar tancap sudah hampir ada ditiap kota Indonesia.

Karena gejolak ekonomi dan politik diera 1990-an perfilman Indonesia mati suri, setahun hanya berproduksi dua sampai tiga Film Indonesia.

Faktor lain yang menyebabkan kurangnya produksi adalah gencarnya film barat yang diiringi dengan kemajuan teknologi seperti CD, DVD, ditambah lagi film bajakan yang merajalela dipasaran.

Gairah perfilman kembali ditahun 1998 hingga sekarang. Genre romantis yang mampu menjadi pemicu banyaknya film Indonesia yang diproduksi, selain itu genre horor, drama, komedi tidak kalah banyaknya.

Berikut ini adalah 7 Film Karya Anak Bangsa Yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan:

1. Tiga Dara

Film ini dibintangi oleh Chitra Dewi, Mieke Wijaya, Indriati Iskak produksi PT. Perfini. Film yang diluncurkan pada tahun 1957 ini adalah film musikal pertama yang merupakan karya dari Usmar Ismail dan meledak dipasaran hingga mendapatkan penata musik terbaik di ajang Festival Film Indonesia pada tahun 1960.

Tiga Dara ini berkisah tentang tiga anak gadis yang ditinggalkan oleh Ibunya karena meninggal dan mereka diasuh oleh Nenek dan Ayah mereka yang sangat sibuk. Klimaks cerita saat Nenek mengemban amanah dari Almarhumah untuk mencarikan pasangan untuk anak sulung.

Namun, calon suami ini menjadi rebutan bagi anak tengah dan anak bungsu Si Neni berusaha untuk menyelesaikan konflik. Namun, konflik iniah menjadi lakon menarik dari cerita
Tiga Dara.

Sekilas film ini dapat ditonton di: Tiga Dara Theme Song

2. Naga Bonar

Naga Bonar film produksi tahun 1986 ini dibintangi oleh Deddy Mizwar dan Nurul Arifin, yang disutradarai oleh M.T Risyaf. Film ini merupakan film komedi yang kemudian dibuat ulang
pada tahun 2008 dengan aktor yang sama.

Film ini berkisah tentang Naga Bonar (Deddy Mizwar) pencopet asal Medan yang sudah keluar-masuk penjara. Dibalik itu, Naga Bonar dikenal dengan rasa setia kawan yang sangat besar, jujur dan nekat.

Ia pun mengangkat dirinya menjadi komandan sebuah laskar untuk berjuang melawan Belanda. Dengan alur cerita yang kocak, latar belakang penjajahan, Naga Bonar jatuh hati pada Kirana (Nurul Arifin) yang berpihak ke Belanda.

Naga Bonar mampu mengangkat Deddy Mizwar sebagai Pemeran Terbaik pada Festival Film Indonesia 1987.

Diikuti Pemeran Pendukung Wanita Terbaik yaitu Roldiah Matulessy, Skenario dan Cerita Asli Terbaik yaitu Asrul Sani, Tata Suara Terbaik yaitu Hadi Artomo.

Sekilas film ini dapat ditonton di: Trailer Naga Bonar

3. Ada Apa Dengan Cinta

Film ini merupakan awal mula bangkitnya perfilman di tanah air ditahun 1998 setelah sekian lama mati suri. Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dibintangi oleh pemain muda dan berbakat
pada masanya yaitu: Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra yang disutradarai oleh Rudy Soedjarwo dengan produser Mira Lesmana dan Riri Reza.

Dengan durasi film 112 menit film ini bercerita tentang Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang memiliki sifat mandiri, pintar dengan kehidupan yang sangat sempurna sebagai anak SMA pada
saat itu.

Klimaks film disaat Cinta bertemu dengan Rangga (Nicholas Saputra) yang sifatnya sangat cuek dan apa adanya di sekolah. Klimaks AADC, disaat Rangga akan bertolak ke Amerika
untuk melanjutkan pendidikan.

Dalam kisah ini, terjadi adegan sedih dan haru dimana Cinta menyusul ke bandara hanya untuk bertemu dengan Rangga.

Film ini mendapatkan penghargaan diajang Festival Film Indonesia tahun 2004 berupa sutradara terbaik oleh Rudi Soedjarwo, pemeran utama wanita tebaik oleh Dian Sastrowardoyo, tata music terbaik oleh Anto Hoed dan melly Goeslaw dan scenario terbaik oleh Jujur Prananto, Rako Prijanto dan Riri Riza.

Sekilas film ini dapat ditonton di: Trailer Naga Bonar

4. Petualangan Sherina

Film musikal untuk anak-anak ini dibintangi oleh Sherina Munaf dan Didi Petet, dengan produser Mira Lesmana ini rilis pada tahun 2000 dengan durasi 93 menit.

Petualangan Sherina berkisah tentang Sherina, seorang gadis cilik yang ceria dan energetik dan senang bermain ke ladang pertanian dimana ayah dan ibunya bekerja di Lembang, Kabupaten Bandung.

Perpindahan Sherina ke Lembang akhirnya bertemu dengan Sadam (Derby Romeo) disekolah barunya, dimana perkenalan keduanya saling bermusuhan.

Klimaks film ini disaat Sherina dan Sadam diculik oleh Pak raden (Butet Kertaradjasa) yang bertujuan untuk menguasai lahan pertanian Pak Ardiwilaga yang merupakan ayah dari Sadam.

Akibat penculikan ini Sadam dan Sherina akhirnya akrab dan dimulainya petualangan untuk membebaskan diri dari penculikan.

Sekilas film ini dapat ditonton di: Trailer Petualangan Sherina

5. Laskar Pelangi

Dibintangi oleh Cut Mini, Ikranagara, Mathias Muchus dan Lukman Sardi yang difilmkan berdasarkan buku karangan dengan judul yang sama oleh Andrea Hirata.

Ikal (Lukman Sardi) menceritakan masa kecilnya di Pulau Belitong mulai masuk sekolah SD Muhammdiayah dimana kelas dibuka oleh 2 orang guru hebat yaitu Bu Muslimah dan Pak Harfan.

Syarat untuk membuka sekolah adalah minimal harus memiliki 10 orang murid, sedangkan saat itu hanya 9 orang murid. Kedatangan Harun menyelamatkan anak-anak yang ingin beresekolah dikampung tersebut.

Maka terbentuklah Laskar Pelangi dari 10 orang murid tersebut dengan cerita suka, duka selama ke sekolah dan persahabatan di sekolah tersebut.

Durasi film 125 menit menonjolkan pemandangan di Pulau Belitong seperti pantainya yang dipenuhi batu, sekolah yang berdindingkan papan dan yang tak kalah menariknya adalah kehidupan masa lalu dikampung tersebut yaitu sebagai penambang timah hitam.

Sekilas film ini dapat ditonton di: Trailer Laskar Pelangi

6. Habibie dan Ainun

Film biografi mantan presiden Habibie ini dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari yang dirilis pada 20 Desember 2012, disutradarai oleh Faozan Rizal.

Film ini sekaligus mengenang mending istri mantan Presiden RI ke-3 yang diadopsi dari buku dengan judul yang sama.

Kisah biografi ini menceritakan awal mula Rudy Habibie (Reza Rahardian) bertemu dengan Ainun (Bunga Citra Lestari) yang merupakan teman SMP dan kemudian berpisah, namun bertemu kembali di Bandung.

Singkat cerita, mereka menikah dan Rudy Habibie melanjutkan pendidikan di Jerman. Merasakan suhu dingin saat salju turun, memasak ikan asin, dan segala suka dan duka hidup dinegara maju.

Seiringnya waktu, kedua insan ini sadar bahwa mereka tidak bisa selamanya bersama sehingga salah satu dari mereka harus meninggalkan dunia ini.

Film ini sekilas dapat ditonton di: Trailer Habibie dan Ainun

7. Denias Senandung di Atas Awan

Denias dengan latar belakang pemandangan Papua ini dibintangi oleh Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Marcella Zalianty dan juga di produseri oleh pasangan suami istri Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen.

Dirilis pada tahun 2006, bercerita tentang perjuangan Denias yang ingin menempuh pendidikan yang layak di pulau Cendrawarsih.

Diangkat dari kisah nyata, film ini menyuguhkan keindahan alam Papua yang berhasil diabadikan dengan keelokan tiada tara.

Film ini sekilas dapat ditonton di: Trailer Denias Sendandung di Atas Awan

Keyword

Writer