Perbedaan Tsukemen dan Ramen dari Cara Menikmatinya

Ramen merupakan salah satu hidangan mie populer dan favorit di Jepang sepanjang masa. Dan sebagian besar wisatawan asing menganggap ramen sebagai satu-satunya hidangan mie di Jepang.

Namun sebenarnya ada cara penyajian berbeda dari ramen yang disebut Tsukemen. Bahkan bagi beberapa orang yang tidak mengerti perbedaannya akan menganggap bahwa Tsukemen adalah Ramen.

Sejarah Tsukemen

Seiring berkembangnya popularitas Ramen selama decade terakhir ini, selanjutnya diikuti oleh tren terbaru dari cara lain penyajiannya yang disebut sebagai Tsukemen.

Awal kemunculan Tsukemen ini tidak lepas dari peran tokoh legendaris di dunia Ramen yakni Kazuo Yamagishi dari Tokyo Taishoken,

yang pada era awal pasca perang membuat gebrakan ini dengan menawarkan sajian Ramen dengan cara memisahkan kuahnya dan menamakannya sebagai Tsukemen.

Selanjutnya, banyak para penyaji ramen yang akhirnya meniru dan membuat Tsukemen akhirnya menjadi tren baru yang digemari masyarakat Jepang.

Perbedaan Ramen vs Tsukemen

Perbedaan mendasar antara Ramen dan Tsukemen adalah dari sisi penyajiannya. Tsukemen disajikan dengan cara memisahkan antara mie dan kuah dalam mangkuk berbeda.

Untuk makan Tsukemen, Anda harus mengambil beberapa helai mie dengan sumpit dan mencelupkannya ke dalam mangkuk sup. Sup Tsukemen dibuat dari kaldu yang agak kental dan disajikan dengan mie dingin.

Sedangkan, ramen disajikan bersama dengan sup dalam satu mangkuk dan pada umumnya disajikan saat masih panas.

Cara Menikmati Ramen

Ramen lebih digemari saat musim dingin karena sajiannya yang panas membuat para penggemarnya merasa hangat di musim tersebut.

Umumnya orang-orang akan menyeruput sup ramen yang panas dan uapnya bisa menghangatkan wajah mereka bahkan sampai berkeringat.

Pada awalnya mie ramen menggunakan mie keriting berukuran kecil, namun saat ini ramen lebih popular dengan menggunakan mie tebal dengan tekstur kenyal, dan ini memberikan cita rasa sendiri bagi penggemarnya.

Cara Menikmati Tsukemen

Saat musim panas untuk menikmati ramen sepertinya bukanlah waktu yang tepat, untuk itu kita bisa memilih Tsukemen sebagai cara lain menikmati ramen.

Dengan sajian mie dingin yang perlu dicelupkan ke dalam kuah panas, kita tidak perlu sampai berkeringat untuk menikmati sajian ini.

Uniknya lagi, kita bisa menambahkan kuah encer ke dalam kaldu tsukemen yang kental pada akhir acara makan sebagai sup penutup.

Kebanyakan wanita Jepang akan lebih memilih Tsukemen daripada Ramen hanya karena mereka khawatir make up-nya luntur terkena uap kuah ramen yang panas.

Dimana Mendapatkan Tsukemen di Tokyo?

Ada beberapa kedai tsukemen yang kami rekomendasikan untuk bisa Anda kunjungi selama berkunjung di Tokyo

Kedai Fu-unji

Alamat : 2-14-3, Yoyogi, Shibuya-ku, Tokyo
Telepon : 03-6413-8480
Jam Buka : Senin – Sabtu 11:00 – 15:00, 17:00 – 21:00
Harga : ¥ 0 – ¥ 999

Kedai Camino

Alamat : 2-11-33, mishuku, Setagaya-ku, Tokyo
Telepon : 03-3487-0694
Harga : ¥ 1.000 – ¥ 1999

Kedai Ramen Yakumo

Alamat : 2F, 1-7-2, Ohashi, Meguro-ku, Tokyo
Telepon : 03-3476-2708
Harga : ¥ 0 – ¥ 999

Kedai Shokkan

Alamat : Hakka B1F, 3-5-5, Shibuya, Shibuya-ku, Tokyo
Telepon : 03-3797-1911
Harga : ¥ 1.000 – ¥ 1999

Kedai Warito

Alamat : 3-7-10, Aobadai, Meguro-ku, Tokyo
Telepon : 03-5456-0278

Keyword

Writer